Dear Rockagonkba

Sebetulnya aku lupa jelasnya bagaimana tulisanmu itu. Entah Rockagongba atau Rockagonkba . Mungkin tak apa jika salah sedikit, setidaknya dengan melihat namanya saja kau mungkin masih ingat. Mungkin….. 🙂

Saat itu, aku sedang duduk di kursi rotan bersama teman temanku, di warung samping sekolahanku. Tiba – tiba aku mendapat pesan masuk. Pesan dari kamu yang ingin menjemputku ,mengantarkanku pulang kerumah. Aku sudah berusaha untuk menolak, karena aku malu,dan takut. Tapi kamu bersikeras ingin menjemputku.

Alhasil, kamu pun datang menjemputku. Kamu datang dengan motor Matic Putihmu dan Jaket Hijau mu. Dijalan saat menjemputku, kamu mengajakku mampir sebentar ke sekolahmu. Dan kamu pun mengenalkan aku kepada teman-temanmu. Karena hanya mampir sebentar, jadi kita tidak turun dari motor. Aku tetap duduk di belakangmu. Saat pamitan pulang, teman-temanmu menarik tas Scooby-do ku, dan aku hampir saja jatuh. Dan refleks aku langsung memegang pinggangmu. Mungkin itu yang dinamakan modus, modus dari teman-temanmu yang ingin aku duduk sambil memegang pinggangmu, atau hanya aku saja yang lebay? Entahlah ehehe

====

Malam tiba, dan kamu mengirimiku pesan. Menanyakan apa aku sudah makan atau belum. Dan aku bilang, aku dari kemarin belum makan nasi. Dan kamu pun mengajak aku keluar malam saat itu. Kamu mengajakku ke tempat biasa kamu nongkrong dengan teman-temanmu di Jalan Bali. Saat kita kesana, ternyata teman-temanmu tidak ada, hanya kita berdua saja. Lalu ada mamang nasi goreng lewat, dan kamu bilang kalau nasi goreng mamang itu enak. Kamu memanggilnya, dan kamu pun makan. Aku tidak mau makan karena aku memang jarang makan nasi, aku lebih suka jajan nyemil. Karena aku tidak makan, aku hanya duduk menemani mu makan. Dan kemudian kamu pun menyodorkan sesendok nasi goreng kepadaku. Dengan malu, aku tolak nasi goreng itu. Dan kamu pun mengatakan ” ini makan, kan katanya belum makan dari kemarin”. Aku pun mau dan membuka mulutku. Dan itu suapan pertama darimu. Yang entah kapan akan terjadi lagi 🙂

====

Dalam perjalanan kamu mengantar aku pulang, kita mengobrol di depan salah satu rumah tetanggaku. Dan kamu memberikan aku gelang. Kamu memakaikannya di  tanganku. Sambil mengatakan, ” ini adalah gelang keberuntunganku, sekarang buat kamu, jaga ya, namanya KOJO“.

Saat gelang itu menempel di  tanganku, rasanya dingin dan sejuk. Seperti gelang yang habis keluar dari lemari es , DAN AKU SUKA, SANGAT SUKA !

Lalu aku tidak bisa tidur,  karena terlalu senang dan kepalaku terus memutar apa yang terjadi hari ini. Yaa saking senangnya aku

====

Aku masih ingat, waktu itu kamu tiba-tiba meminta aku untuk mengantarmu membeli sepatu. Kamu menjemputku dengan motor Matic Putih dan Jaket Hijau mu, yang sudah sangat menjadi ciri khasmu. Dan masih ku ingat sampai saat ini. Kamu memberi tahu aku bahwa toko tempat kamu membeli sepatu saat ini denganku, adalah toko favoritmu, toko yang selalu kamu kunjungi disaat kamu membutuhkan sepatu.

Sebetulnya, saat itu aku merasa senang, karena aku berfikir, tidak mungkin kamu meminta seseorang menemani kamu ke tempat favorit mu, jika orang itu orang yang kamu tidak senangi. Yaaaa walaupun hanya sekedar tempat membeli sepatu XD

====

Bulan Desember setelah 9 tahun terlewatkan tanpa mengetahui kabar berita tentang masing-masing. Akhirnya kita mendapatkan kesempatan untuk bertemu lagi. Bukan kita sebetulnya, tapi aku .

Kali ini kamu tidak menjemputku. Kamu hanya mengirimkan lokasi dimana kamu berada. Dan aku segera kesana, menemuimu.

Saat masih dirumah, jantungku berdegup sangat kencang. Seperti akan meledak. Setelah tiba, aku langsung duduk di depanmu. Dan berusaha senormal mungkin agar tidak terlihat seperti gugup , canggung, atau apapun itu.

Tak perlu menunggu lama, kita kembali bercerita tentang kehidupan dan kesibukan masing-masing. Aku bercerita tentang kehidupanku dan pekerjaanku. Kamupun begitu. Kamu selalu lebih banyak bercerita, dan aku senang saat mendengarnya sembari memerhatikan wajahmu.

Kamu juga bercerita sedikit tentang mantan pacarmu yang ternyata sama menyukai korea sepertiku. Yang kamu bilang entah ada dimana sekarang orangnya (mantanmu).

Dan tiba-tiba kamu bercerita kembali tentang sepatu. Saat ini toko sepatu yang sering kamu kunjungi, dan menjadi toko favorit mu adalah toko sepatu yang ada di jalan kembang sapatu, sampai seringnya kamu ke toko itu, yang punya nya juga juga selalu memberitahumu jika ada model terbaru, dan tak segan untuk memberikan sepatunya dulu kepadamu, tentunya dengan bayar di belakang .

Juga tempat kita bertemu sekarang, adalah tempat yang sering kamu kunjungi. Bahkan sendirian seringkali kamu disini. Kamu juga memberitahuku tempat makan yang kamu suka. Yaitu di Waroeng Atjeh yang ada di jalan Ambon. Makanan disana enak-enak. Dan kamu pun ingin mengajakku kesana nanti.

Kamu juga bercerita tentang kamu sekarang yang banyak link disana sini, banyak teman, manfaat banyak teman dan hal hal lainnya. Aku senang mendengar ceritamu, dimana banyak hal positif yang bisa aku ambil . Aku juga senang melihat wajahmu saat itu, karena tidak ada rasa canggung. Sudah seperti teman biasa saja saat itu.

Kamu juga bertanya kepadaku, Apa alasanku tiba-tiba mengajakmu bertemu, setelah 9tahun terlewatkan tanpa ada pertemuan,atau hanya berpapasan.

Dan aku hanya menjawab,” iseng” 🙂

Padahal sebetulnya, beberapa hari sebelum aku mengajakmu bertemu. Aku selalu bermimpi tentang kamu. Dan hari terakhir sebelum aku mengajakmu bertemu, mimipiku tentang mu itu terlihat benar benar seperti nyata, dan aku senang akan hal-hal yang terjadi di dalam mimpi itu.

Aku pun memtuskan untuk mengajakmu bertemu,dan kamu pun bersedia.

====

Saat aku akan pulang, kamu menanyakan kepadaku. Dengan siapa pulang kerumah dan pakai apa. Aku jawab pakai ojek online. Karena saat berangkat tadi pun aku pakai ojek online. Kamu menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang. Dan aku menolaknya. Bukan aku tidak mau, aku hanya sedang membatasi perasaanku agar tidak terulang seperti terdahulu.

Tapi kamu tetap memaksa, dan menanyakan alasan aku tidak mau kamu antar pulang. Kamu bilang aku malu,dan lain sebagainya. Akhirnya aku menurutimu. Aku mau kamu antarkan pulang.

Sebelum pulang, kamu mengajakku ke tempat teman-temanmu dulu untuk meminjam helm, karena kamu hanya membawa satu helm.

Saat tiba di parkiran motor, kamu memberikan aku jaket berwarna hitam. Dan menyuruh aku untuk memakainya,karena udara malam yang dingin.

Aku sedikit kaget, dan bingung, dan takut juga. Tapi ada rasa senang disitu.

Aku pun memakai jaketmu, dan kita menuju rumah tempat temanmu untuk meminjam helm.

Dijalan, kamu memberitahuku bahwa kamu sehari harinya ada disini, di rumah yang biasa kamu dan teman temanmu berkumpul. Dan rumah itu dekat dari tempat kita bertemu saat itu.

Ditengah jalan, kita berhenti di salah satu minimarket, karena aku ingin membeli eskrim. Saat itu aku melihat kamu tersenyum lebar. Membuat aku gugup, dan rasanya ingin memelukmu sekali saja …

Saat aku turun dari motor, dan akan melepaskan jaketmu. Kamu menahanku, dan menyuruhku untuk tidak melepaskan  jaketnya. ” Pakai saja, dingin sudah malam”. Lalu kamu mengangkat tanganmu dan mengajakku hi-five. Dengan sedikit rasa kaget, aku menempelkan tanganku, kemudian berbalik pulang.

 

====

Setelah pulang, aku benar benar merasa senang. Sangat senang akan apa yang terjadi hari ini. Karena aku pikir, perempuan mana yang tidak akan senang dengan perlakuanmu yang seperti itu, apalagi perempuan nya itu menyimpan rasa ataupun pernah menyimpan rasa untukmu.

Keeseokan  harinya, aku mengajakmu bertemu lagi untuk mengembalikan jaket hitammu yang kemarin aku pakai.

Kita bertemu di lokasi, dan kamu sudah menunggu di dekat eskalator. Aku menemanimu mencari sebuah monitor. Kita berkeliling dan akhirnya menemukan apa yang kamu cari. Kamu meminta pendapatku, kamu menerima pendapatku. Sambil membaca novel, aku menunggu kamu yang sedang mengurus pembayaran monitormu.

Setelah itu, kita makan. Lalu ke tempat ngopi.

Disini, aku mulai bercerita tentang susahnya aku saat kamu tinggalkan saat dulu. Dan dengan pertemuan manis kemarin malam, aku takut ,rasa yang selama ini aku simpan, aku pendam, akan muncul lagi, dan lebih besar. Sementara aku tahu faktanya, bahwa kita tidak akan pernah bersama. Kita sama sama tahu itu, dan aku memutuskan untuk membuat benteng. Membatasi, agar aku tidak bisa melihat aktivitasmu di media sosial, ataupun mendengar apapun tentangmu. Aku tidak ingin. Karena aku takut, sangat takut untuk mengulang kesusah payahanku bangkit dari kamu.

Airmataku sudah tak bisa di bendung, dan mulai mengalir dengan sendirinya. Kamu menyuruhku untuk berhenti menangis terlebih dahulu. Kemudian kamu bercerita tentang pengalamanmu yang pernah ada di posisi sepertiku. Dan kamu pun menyuruhku untuk tidak perlu membuat benteng atau apapun itu. Karena semakin kita membentengi, semuanya akan terasa sulit. Dan kamu pun memberikanku quote-quote yang sudah kamu percaya, ampuh untuk seseorang yang sedang ada di posisi sepertiku ini.

Kamu bilang, bahwa aku hanya mengenal kamu yang baik-baiknya saja. Aku tidak mengetahui kejelekan kamu. Dan menurutmu itulah yang membuatku sampai sekarang seperti ini kepadamu.

Kemudian kita pun berdamai. Walaupun aku melihat sedikit kekecewaan yang ada di wajahmu , akan apa yang aku sampaikan padamu saat ini. Mungkin apa yang aku bicarakan, bukan apa yang kamu perkirakan. Dan mungkin kamu mulai menganggap aku berlebihan dan tidak asik .

Kamu pun menemaniku menunggu ojek online yang kamu pesan. Karena kamu tidak membawa dua helm, dan tidak bisa mengantarku pulang.

====

Sejak pertemuan itu, aku merasa kamu kecewa dan menjadi malas, akan aku. Tapi entah ini perpisahan atau apa, aku masih belum tahu.

Malamnya, aku memimpikan kamu lagi, selama 7hari berturut-turut aku bermimpi tentang kamu. Entah ini pertanda sesuatu , atau apa masih ada yang belum selesai antara aku dan kamu ?

====

Pernah aku berpikir, kenapa  bisa pertemuan kita yang dahulu, dan pertemuan kita 9tahun kemudian ini, bisa mempunyai topik yang sama. Apa ini pertanda bahwa kamu akan pergi menjauh lagi? Seperti saat dulu.

Aku seperti belum bisa untuk menerima ini, dan kadang aku ingin mengajakmu bertemu lagi, tapi ragu. Ragu karena takut kamu tidak bersedia.

====

Aku pernah mengajakmu kembali bertemu, dan mungkin ada sedikit salah paham antara kita.

Ketika dengan mendadak aku mengajakmu bertemu. Lalu aku sudah bersiap siap, dan kamu memberitahuku bahwa kamu mau ke satu cafe yang ada di dago. Dan kamu bilang, kalau mau kita bertemu disana saja.

Dan yang aku tangkap adalah , kamu akan ada urusan di cafe tersebut. Dan aku langsung membalas chatmu dengan silahkan kalau kamu ada acara disana. Aku takut mengganggu kamu dan temanmu disana nanti.

Mungkin aku sedang tidak bisa berfikir jernih saat itu, karena aku gugup ,sangat gugup saat itu.

Dan pertemuan itu pun tidak berlangsung. Kamu memutuskan untuk bertemu esok harinya.

====

Esok harinya , tidak ada kabar darimu. Dan aku memberanikan diri untuk menanyakannya kepadamu. Dan kamu pun menjawab “InsyaAllah”.

Lalu satu jam sebelum berangkat, aku sudah siap siap. Dan aku menanyakan lagi kepadamu. Kamu bilang kamu sedang tidak ada motor. Dan menyuruhku mencari tempat yang dekat-dekat saja agar kamu mudah untuk menyusul datang.

Sejujurnya aku adalah orang yang jarang nongkrong atau seseorang yang lebih sering main di cafe. Bukan, aku bukan orang seperti itu. Jadi aku seringkali tidak mengetahui tempat-tempat yang sering orang kunjungi. Dan ketika kamu bertanya seperti itu, aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku tidak tahu tempat apa yang harus aku sebutkan agar aku bisa bertemu denganmu. Karena satu-satunya alasanku adalah hanya ingin bertemu denganmu.

Kemudian terjadi sedikit perdebatan dan salah paham yang ke dua kalinya.

Aku menanyakan nama tempat yang pertama kita bertemu, lalu kamu bilang lupa. Kemudian aku bilang ,tidak mungkin kamu lupa karena kamu bilang itu adalah tempat yang sering kamu kunjungi, ayolah cepat. Dan kamu menangkap kata kata ayolah cepat dariku itu adalah untuk segera bertemu. Padahal maksud kata ayolah cepatku itu adalah agar kamu memberitahuku cepat-cepat apa nama tempat itu.

Dan kemudian kamu merasa seakan dipaksa untuk bertemu. Kamu pun mengirimiku pesan yang sedikit menyakiti hatiku. Selanjutnya adalah aku tidak ingin merasakan sakit yang berlebih nantinya. Aku memutuskan untuk berhenti. Aku takut.

Aku tidak merasa memaksa, dan aku keberatan dengan itu. Kemudian aku minta maaf , dengan semua nya dan untuk semuanya. Aku tidak akan mengajakmu bertemu kembali. Karena…Aku takut

====

Kamu tahu, kenangan-kenangan yang selama ini aku simpan, adalah kenangan indah. Mungkin itulah yang membuat aku tidak bisa move-on. Dan dengan kejadian semalam, aku takut jika kenangan indah itu, akan tergores sedikit oleh kesalahpahaman semalam.

Aku tidak mau ada sedikit luka yang dibuat olehmu . Karena kamu sudah terlalu indah .

Dan mungkin benar apa yan kamu bilang, aku hanya tau kebaikanmu saja tanpa mengetahui keburukanmu.

Mungkin alasan mengapa aku sering sekali bermimpi tentangmu, karena nyatanya kita tidak akan pernah bisa bersama. Dan kamu hanya akan hidup di hayalku dan di mimpiku saja.

Jika harus jujur,aku tidak peduli seburuk apapun kamu, kamu tetap indah bagiku. Tapi mungkin dunia kita memang berbeda. Dan tidak akan pernah sama 🙂

====

Terakhir izinkan aku berterimakasih untuk semua keindahan yang kamu berikan. Untuk kebahagiaan yang sempat kamu berikan kepadaku. Walaupun sebentar, itu semua sangat berarti untuku. Dan akan selalu ku ingat dan kusimpan di tempat khusus yang tentunya tidak akan bisa di ganti oleh orang lain. Siapapun itu.

Sekali lagi terimakasih untuk semuanya. Semoga aku bukanlah seseorang yang kamu benci.

Dan…

Mungkin ini adalah perpisahan dariku. Dari seseorang yang bergetar dan berurai airmata, saat menulis ini.

Rockavanka

Advertisements

From Baek Ji Young.. That Woman

One woman loves you

She loves you with all her heart
Everyday she follows you like a shadow
She is smiling but is actually crying

How much more, just how much more
Must I gaze at you like this alone
This meaningless love, this miserable love
Must I continue for you to love me oh

Come closer a little bit more
When I take a step closer, you run away with both feet
I, who loves you, is still next to you
That woman is crying

That woman is very timid
So she learnt how to smile
There are so many things she cannot tell her closest friend
That woman’s heart is full of tears

So that woman said
She loved you because you were so like her
Another fool, yet another fool
Won’t you hug me once before you go oh

I want to be loved, my dear
Everyday in my heart, in my heart
I shout out that woman is still
Next to you oh

Do you know that woman is me?
Don’t tell me you know and are doing this to me
But you won’t know because my dear, you’re a fool

How much more, just how much more
Must I gaze at you like this alone
This foolish love, this miserable love
Must I continue for you to love me oh

Come closer a little bit more
When I take a step closer, you run away with both feet
I who loves you, even now I’m at your side
That woman is crying

Terimakasih Allah..

Terimakasih Allah, telah membuat mataku ini meliriknya, Melihatnya pertama kali saat dia sedang berjalan melewati kelasku menuju  kelasnya. Lelaki bertubuh kurus dan tinggi, bermata sipit, dan selalu menggunakan jaket berwarna coklat itu berjalan melewatiku, dengan mimik muka datar seperti tak memperhatikan sekitar, tapi mungkin itulah yang menarikku hingga berani mengajaknya berkenalan di depan kelasnya, tentunya dengan bantuan temanku , dan atas izin Mu Allah. Terimakasih…

Terimakasih Allah, telah menyelipkan seorang teman yang ternyata juga mengenal lelaki yang telah lama hilang, dan yang tanpa disengaja kembali mempertemukan aku dengan lelaki itu lagi. Dan lelaki itu pun kembali menjadi bagian cerita cinta hidupku.

Terimakasih Allah, untuk tak pernah menyelipkan rasa benci diantara aku dan lelaki itu. Walaupun aku dan lelaki itu pernah mendapat masalah berat yang melibatkan orangtua, tak sedikitpun aku membencinya, dan lelaki itu pun sama. Dan semoga selalu begitu seterusnya.

Terimakasih Allah, telah memberi kesempatan aku untuk dapat mengenal lelaki itu lebih dalam dan lebih lama dari yang ku perkirakan. Aku dan lelaki sipit itu pernah memutuskan untuk menjalin sebuah kisah sebagaimana anak muda lainnya. Dan Seperti anak muda lainnya, hubungan kami pun terhenti di tengah jalan. Lebih tepatnya terpaksa di hentikan. Saat itu ku kira akan menjadi akhir untuk cerita ku dan lelaki itu. Ku kira, lelaki itu akan pergi,berjalan lurus tanpa melihatku kembali. Tapi ternyata, sampai detik ini pun, lelaki itu masih setia menemaniku dan selalu ada untukku, teman baiknya.

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang ada di hati dan pikiran hamba-Mu ini.

Buatku, lelaki sipit ini, adalah orang yang sangaaaat baik. Dia selalu mengerti aku tanpa harus aku jelaskan apapunnya. Dia mengerti apa yang aku ingin lakukan dan ingin di perlakukan seperti apa aku, dia tahu.. Dia paham betul apa yang aku suka, apa yang aku tidak suka, apa yang sering aku lakukan, kebiasaan baikku, kebiasaan burukku, dia tahu dan mengerti semua itu. Apapun yang dia lakukan adalah semata mata hanya untuk membuat ku bahagia, membuat aku merasa senang. Dia selalu melakukan semua hal yang walaupun dia tak suka atau tak ingin, selalu dia usahakan, hanya agar aku temannya ini tersenyum bahagia.

Hari ini, saat hujan turun aku berdoa pada-Mu Ya Allah. Jaga lelaki itu, tolong berikan yang terbaik dari yang terbaik untuk lelaki terbaik itu Ya Allah. Mudahkanlah segala urusannya, lebarkan dan kuatkan bahunya untuk selalu siap sedia menopang dan menjadi sandaran untuk istrinya kelak.

Terimakasih sudah mengenalkannya kepadaku Ya Allah, Terimakasih untuk kesempatan mengenal dan menjalani hari hari bersama lelaki itu.

Namaku dan nama lelaki itu mungkin tak tercatat sebagai jodoh di Lauhul Mahfudz, Tak apa Ya Allah, sejujurnya aku bersyukur untuk itu, karna aku khawatir, jika nama ku dan lelaki itu tertulis di Lauhul Mahfudz Mu, aku takut menyusahkan lelaki itu, aku takut membebani nya, dan membuatnya kesusahan. Karena selama ini selama mengenalnya, lelaki itu selalu membuatku tersenyum dan tertawa bahagia, selalu membuatku merasa tersayangi dan terperhatikan. Tak sepantasnya aku membalasnya dengan kesusahan dan kesedihan. Mengingat jalan hidup dan bebanku yang mungkin berat untuknya, yang berbanding terbalik dengan kehidupannya.

Sekali lagi Terimakasih Ya Allah untuk kesempatan dan kebahagiaan bersama lelaki itu. Semoga hubungan ku dengan lelaki itu baik baik saja sampai seterusnya. Semoga aku dan lelaki itu sama sama selalu bahagia menjalani kehidupan ini, walaupun tak berjuang dan bahagia bersama 🙂

 

 

 

if it is you

Why is it so hard for you?

To properly see me trying?

I get shocked to see

How much I can hurt because of you

My days are a struggle

Even my dreams are painful

If it was you, how would it be?

If these crazy days

Became yours?

If you break down as much as me

Will you know?

All the pain that fills me

To the point where my heart is about to explode

How much I want you?

If I was you

I would just love me

My heart is endlessly down in the ground

I’m afraid of everything that surrounds me

They say you’ll be happy when you fall in love

Who said that?

Because I only know a love

That looks at you from behind

 

I know you already answered me

I know the meaning of an answerless answer

But I pretend not to know and I’m lingering

Do you know how I’m doing these days?

I can’t even fall asleep

I can’t even swallow anything

Do you know that I’m becoming more ruined

As I look at you? I feel like dying

Even though there’s no way you’ll come to me

Even though I know you’re looking somewhere else

I don’t think

 

I can let go of you

 

 

 

_Jongmal Kamsahamnida Jung Seung Hwan_

Terimakasih Untukmu..Yang Pernah Dengan Sangat Erat Menggenggam Tangan Ini

Hari ini, aku percaya bahwa saat menulis ini aku sedang dalam keadaan sadar dan sangat baik. Jauh lebih baik dari dua minggu kemarin. Jauh lebih baik dari 1 bulan kemarin. Dan jauh lebih baik dari 2 bulan kemarin. Hari dimana kamu memilih untuk berhenti, dan aku yang masih ingin berjalan dan berlari. Hari dimana aku merindukan chat masuk darimu. Hari dimana aku merindukan telepon masuk darimu. Hari dimana aku merindukan suaramu yang menenangkanku. Hari dimana aku merindukan harum tubuhmu. Hari dimana aku merindukan pelukmu. Hari-Hari tersulitku tanpa sosokmu lagi. Hari dimana aku sampai pada titik habis sedihku. Hari dimana air mata, rasa sedih, sakit hati, tidak terima, semuanya tumpah dan menjadi satu. Semua tercampur dan kurasakan setiap hari hingga semua mengering , berubah menjadi keikhlasan seperti hari ini.

Kamu tahu yang ?

Semua ini tidak mudah aku lalui. Aku menangis semalaman, saat kamu tertidur pulas disana. Aku menangis sedu sedan sendiri, saat kamu sedang tertawa bahagia disana dengan yang  lain.

Jujur. Bukan hal yang mudah untuk bangkit kembali sendiri saat terjatuh. Juga  bukan hal yang mudah untuk menghapus sendiri air mata yang mengalir deras.

Semua kesulitanku, semua kesedihanku memang tidak harus untuk kau pentingkan. Tapi, kamu harus tahu bagaimana sulitnya aku saat itu, walaupun kamu tak pernah mengetahui bagaimana rasanya. .Dan aku selalu berdoa agar kamu tak pernah sedikitpun merasakan kesulitan dan kesedihan seperti yang aku rasakan kemarin. Aku selalu ingin kamu bahagia dimanapun dan kapanpun, dan walau bukan aku bahagiamu. Tolong kamu catat itu 🙂

Bagaimanapun akhirnya kita, aku ingin selalu berterimakasih padamu.

Terimakasih kamu sudah menjaga aku dengan caramu selama ini. Terimakasih sudah bersusah payah membatasi agar aku tak terjerumus keduniamu. Terimakasih pernah khawatir akan aku. Terimakasih untuk perhatianmu selama ini. Terimakasih untuk waktu yang selalu kamu luangkan. Terimakasih untuk belaian lembutmu. Terimakasih untuk ciummu. Terimakasih untuk pelukan hangatmu. Dan Terimakasih pernah dengan sangat erat menggenggam tangan ini. Dan sekali lagi, Terimakasih pernah terbangun mencari tanganku , lalu kau genggam dengan erat saat kau tertidur pulas.

Terimakasih untuk semua kenangan manis yang pernah ada. Tak pernah terbesit sedikitpun rasa sesal mengenal dan bersamamu. Kamu harus tau, aku tidak akan pernah membencimu. Bagaimana bisa aku membenci orang yang Allah SWT takdirkan untuk membuatku menjadi lebih dewasa? Sekalipun logisnya kamu adalah orang yang telah membuatku mengeluarkan banyak airmata. Dan kamu tidak usah repot repot untuk meminta maaf , karena kamu memang tidak bersalah. Sekali lagi, kamu tidak bersalah. Karna dari awal memang aku yang salah 🙂

Kamu, hal menyakitkan yang sangaaaaaat indah, yang pernah aku rasakan. Maafkan aku yang belum menjadi seseorang yang baik dan pantas untukmu. Maafkan juga bila sewaktu dulu kita bersama aku selalu membuat kamu kesal dan bosan.

Dan Terimakasih sudah membuangku untuk orang lain yang lebih baik. Aku janji, aku akan baik-baik saja bahkan lebih baik tanpa kamu.

Semoga kamu bahagia dengan perempuan sempurna yang selama ini kamu idamkan. Kelak berikan salam padanya, dari aku perempuan tulus yang menyayangimu.  Dan jangan lupa, ucapkan terimakasih dariku untuknya yang sudah menjadi alasan untuk kamu tersenyum disana.
Aku disini akan lebih baik dari apa yang kamu pikirkan. sekali lagi terimakasih untuk genggaman erat tanganmu saat tertidur, itu adalah satu hal terakhir yang paling membuatku bahagia…

 

 

 

 

 

 

 

 

Dear titik.

Entah harus aku mulai dengan kalimat apa.

Saat ini aku sedang berjuang. Ya sedang berjuang meng-ikhlaskan mu. Yang sebenarnya tak ingin aku ikhlaskan.

Kamu cerita lain yang mengisi hati ini. Dan lamunanku membawa kembali cerita pertama saat kamu menghiasi hari-hariku.

Satu hal yang sampai saat ini  belum bisa ku mengerti. Mengapa hati ini bisa tersentuh olehmu? Karna jika ku pikir dengan logikaku , tampang mu tak se imut dan tak se ganteng Kim Soo Hyun yang bisa membuatku terpana saat pertama kali melihatnya. Aku bukanlah seseorang yang bisa dengan mudah membuka hati untuk siapapun,dan aku bukanlah seseorang yang bisa dengan mudah di ajak berkenalan, bertemu,dan berkencan. Tetapi apa yang terjadi? Ada sesuatu di dirimu yang membuatku membalas pesan singkatmu, yang membuatku merasa senang jika mendapat pesan darimu, yang membuatku ketergantungan suaramu, dan membuatku selalu mengajakmu bertemu. Yang sampai saat ini tak pernah ku ketahui apa alasannya. Tapi tak apa, alasan itu sudah tak ku pikirkan, karena sebenarnya cinta tak butuh alasan untuk hadir di hati manusia.

Selain cinta tak butuh alasan, cinta juga tak pernah bisa di tebak. Ketika kamu dan cinta hadir, kukira semua akan berakhir indah, tapi sepertinya cinta tak suka jika aku merencanakan akhir yang indah bersamamu. Cintapun membawamu pergi.

Beberapa minggu setelah kamu pergi, ku jalani hari-hari ku dengan aktifitas yang sama seperti biasanya. Semua masih tetap sama, tak ada yang berubah. Hanya saja, tak ada lagi whatsapp masuk darimu. Tak ada lagi notif instagram darimu. Dan tak akan lagi ku dengar suara yang selalu ingin aku dengarkan.

Aku menulis ini bukan karena mengharap kamu kembali. Walaupun saat ini aku masih bertarung dengan perasaan rindu yang selalu ada untukmu. Jika harus jujur, saat ini aku masih saja selalu ingin mendengar suaramu, sesekali aku dengan tiba tiba menelepon mu tanpa tujuan jelas. Aku juga masih berharap bisa kembali berbalas kirim pesan denganmu, sering aku mencoba mengetik sesuatu lalu ku hapus kembali sebelum sempat ku kirimkan padamu. Sering notif whatsapp ku berbunyi menandakan adanya pesan masuk, yang selalu kuharapkan itu adalah pesan darimu. Akan tetapi tak pernah ada pesan darimu. Sering ku buka aplikasi whatsapp untuk sekedar mengecek,kapan terakhir kali kamu membukanya. Dan walaupun sesekali kamu membuka aplikasi whatsapp, tak pernah kah ada keinginan untuk mengirimi ku pesan? Sepertinya tidak.

Kita bukanlah dua orang yang diikat dalam satu ikatan spesial. Tapi tak pernah hilang dalam ingatanku tentang kisah kita. Tak sedikit kenangan cerita, jalanan, waktu, tempat, yang kita lewati bersama tanpa spesialnya “status”. Salahku yang memang hanya memandang ke satu arah, yaitu dirimu.Salahku yang terlalu menyimpan banyak harap padamu.

Setelah apa yang aku harapkan tak pernah datang menjadi kenyataan, akhirnya ku putuskan untuk pergi darimu. Memang tak mudah mundur ketika sedang sayang sayangnya. Memang sulit dan sakit. Dan yang lebih menyakitkan lagi, kamu tak pernah memintaku untuk menetap ketika aku memilih pergi darimu.

Bodohnya aku,ketika tahu dan merasakan semua kesakitan itu. Aku masih berharap kamu menghubungiku, untuk sekedar menanyakan kabar, atau bahkan mengajakku bertemu. Tapi sayang beribu sayang, tak pernah ada pesan darimu  untukku.

Kamu semakin menjauh, dan aku semakin rindu.

Aku tak pernah menyalahkan keadaan, aku menikmati setiap prosesnya aku merindukan kamu,menunggu kabar darimu yang sudah ku tahu tentu tak akan mungkin kamu dengan tiba-tiba menghubungiku. Aku sudah tahu, kamu tak akan mungkin kembali pulang  kepadaku. Karena dari awal , aku bukanlah seseorang yang kamu jadikan tempat pulang, aku hanyalah seseorang yang kamu jadikan tempat untukmu bersinggah.

Kini semua rinduku,ku nikmati dan ku simpan sendiri.

Aku sudah tak ingin seperti ini lagi. Maaf bukan aku tak ingin menunggu mu lagi, karena menunggu orang yang sudah jelas tidak ingin ditunggu, bukanlah keahlianku. Aku menyadari dan menerima, bahwa ada hal yang  tidak bisa di paksakan. Selama ini pun kamu tidak pernah memberikan ataupun menjanjikan akan terjalinnya ikatan spesial di depan nanti.

Aku selalu berdoa agar Allah SWT tak menghilangkan rasa untukmu, aku berdoa agar Allah SWT memberiku kekuatan untuk selalu menyimpanmu sebagai kenangan indah yang pernah hadir mengisi hati ini.

Kini, hati ini sudah terbiasa menyimpan rindu sendiri. Mata ini sudah terbiasa tanpa melihatmu. Telinga ini sudah terbiasa tak mendengar suaramu. Hidung ini sudah terbiasa tak mencium aroma tubuhmu. Bibir ini sudah jarang menyebut namamu. Dan sekarang kulit ini menjadi lebih halus tanpa sentuhanmu. Kamu tau artinya apa? Ternyata aku bisa dan baik-baik saja tanpamu. Dan intinya, aku bersyukur Allah SWT sudah menguatkanku, untuk bisa berjalan tanpamu. Seperti saat ini.

Dengan segala yang ku rasakan saat ini, aku ingin berterimakasih padamu. Terimakasih pernah mengisi hari-hariku. Terimakasih atas segala tawa dan tangis yang pernah kau berikan. Terimakasih atas pelukan hangat yang pernah kau beri untuk tubuh ini. Terimakasih untuk kecupan yang pernah mendarat di keningku. Terimakasih untuk waktu yang telah kau luangkan selama ini. Terimakasih pernah menggenggam erat tangan ini.

Hari ini kulepaskan kamu seseorang yang pernah datang dan pergi sesuka hati dan meninggalkan luka di hatiku. Kamu akan ku simpan sebagai kenangan indah, yang mungkin sesekali kubuka kembali dan kuraba, mengapa aku bisa sebodoh ini. Aku yang terus melangkah maju, tapi tetap tak mampu melepaskan harapan bodohku untuk bersamamu. Aku bertahan hanya dengan kemungkinan 0,1 % saja. Tapi, hari ini aku bertekad untuk berhenti menyakiti diri. Aku benar -benar akan menyimpanmu dalam hati, yang tak ingin ku ubah keindahannya menjadi kesakitan atau kekecewaan.

Hari ini kulepaskan kamu. Diatas sajadah yang kubentang, disepertiga malam. Aku bertemu dengan-Nya, sang pemilik hatiku. Aku menangis, sedu sedan sendiri. Aku mengadukan hatiku yang resah karena rasa yang ada dalam hatiku kepadamu, meminta Allah berkenan memberikanku petunjuk dalam mengendalikan rasa cintaku agar tak melebihi cintaku kepada-Nya.

Hari ini kulepaskan kamu, satu nama yang selalu kuucap di setiap doaku. Kulepaskan semua angan-angan indahku dan harapan indah yang pernah ada untuk bersamamu.

Hari ini kulepaskan kamu dengan senyuman terbaikku. Senyum tulus dari dasar hatiku. Semoga kau bahagia selalu.

Hari ini saat hujan turun deras, kulepaskan kamu karena aku ingin melangkah maju menuju kebahagiaanku sendiri.

Tak pernah ada rasa sesal bertemu dan mempunyai cerita hidup bersamamu. Mengenalmu, menjalani hari-hari bersamamu, adalah suatu kebahagiaan yang patut aku syukuri. Dan sangaaat aku syukuri.

Tak pernah sedikitpun aku mendoakan sesuatu hal yang buruk untumu. Aku ingin kamu bahagia, selalu. Dan dalam segala hal.

Mungkin ketika kamu membaca tulisan ini, kamu akan tertawa menertawakan si bodoh ini. Tak mengapa. Karna jika mencintaimu adalah kebodohan, biarlah aku tetap menjadi bodoh.

Terimakasih telah mengajarkan aku, bahwa mencintai itu harus membuat orang yang kita cintai bahagia,walaupun bahagianya bukan dengan kita. Dan sekarang tujuanku untuk mencintai sudah terpenuhi.

Selamat berbahagia dengan jalanmu.

Salam dari aku,

Perempuan yang sedang mendengarkan lagu Mike Mohede – Mampu Tanpanya, yang kadang masih sering merasa rapuh, tapi sudah tak lagi menangis ketika menulis ini.

 

 

Bukumu mewakili perasaanku

Berawal dari perasaan sedih, dan mungkin juga iya galau. Ku buka buku yang berjudul “Setelah Kamu Pergi” Karya Dwitasari.

Halaman awal berisi..

“Untukmu yang pernah terlalu sayang hingga terlalu terluka. Percayalah cinta yang terlalu, akan menyakitimu dengan sakit yang terlalu .”

Ungkapan ini berlaku untuk orang yang menempatkan cinta pada orang yang salah. Jika kita terlalu mencintai orang yang tak mencintai kita. Maka akan benar benar terasa sakit. Dan aku adalah salah satu dari orang itu. Yang salah menempatkan,dan yang terlalu mencintai. Dan benar, sekarang aku terluka.. Sangat

******

 

“Dalam Genggaman Tanganmu”

Awalnya aku sulit menerima hadirmu dalam  hari-hariku. Tapi, kamu ketuk hatiku. Kamu bawa aku masuk ke duniamu. Hingga aku tak mampu menolak untuk mencintaimu.

 

******

 

Yang paling kucinta dan kubenci darimu

Aku tidak mengerti arti tatapmu. Cara ekor matamu mengikuti setiap gerak-gerikku. Kamu tersenyum ke arahku dengan senyum yang sulit aku pahami. Dan, tiba-tiba aku benci kepada diriku sendiri, yang selalu canggung setiap berada di dekatmu.

Sering kali kuatur helaan napasku agar bisa bekerja sama dengan detak jantungku, juga berkompromi dengan suhu tubuhku. Semua terasa begitu aneh, terutama ketika mata setengah sipitmu terus menatapku ramah. Memenjarakan aku dalam kebingungan tanpa jawaban. Membuat aku semakin sering bertanya dalam hati, Apa maksud semua ini?

Tidak. Tentu saja ini bukan apa-apa. Karena, pria sepertimu tentu memiliki banyak target perempuan. Jadi, aku tidak perlu menyimpan perhatian lebih pada caramu membuatku terdiam dan canggung.

Sekali lagi, tidak perlu aku berikan perhatian lebih kepadamu. Namun, logikaku menolak,hatiku ingin terus menomorsatukanmu. Apalagi, saat kamu bisikkan candaan di telingaku. Dan, aku tertawa kegirangan saat itu. Leluconmu, dipadu dengan cara bicara yang lucu, telah membuatku mudah menerima hadirmu dalam  hari-hariku.

Kemudian, tiba-tiba aku terbiasa pada hadirmu. Pada caramu menyebut namaku, pada tatapan matamu yang selalu menunjukan banyak arti, pada senyummu yang entah mengapa bisa membuatku terpaku.

Tiba-tiba, aku terbiasa pada segalanya. Smapai aku tak mampu mendeskripsikan perasaan ini. Karena, begitu singkat perkenalan kita, dan begitu singkat pula perasaan teman biasa itu berubah. Begitu cepat jugakah jika aku mengartikan segalanya adalah cinta ?

Setiap kali namamu muncul di layar ponselku, aku merasakan ketenangan serta kesenangan yang tidak mampu ditawarkan siapa pun. Setiap kali kamu menjanjikan pertemuan, sepulang dari bertemu denganmu, selalu ada kesan baru yang muncul di  kepalaku. Jika ini cinta, salahkah segala yang singkat ini membuatku terpana tanpa sebab?

Setelah beberapa pertemuan, kini hanya kamulah yang berdiam di kepala dan hatiku. Bisakah kamu bantu aku memahami semua saat yang kurasakan selalu saja menimbulkan tanya?

Aku tidak bisa mengartikan semua, ketika malam malamku terasa lain jika kamu tidak meneleponku. Aku merasa benci kepada diriku sendiri, harus bergantung pada setiap pesan singkat yang kamu kirimkan. Aku benci kepadamu, yang membuatku bergantung pada segala kenyamanan kita.

Bolehkah aku artikan perasaan ini adalah cinta? Kamu datang mengetuk hatiku yang sepi dengan kelembutan yang masih belum bisa ku pahami. Aku masih meraba-raba siapa dirimu, apa maksud dan tujuanmu. Aku masih mencari apa arti dari yang kita jalani selama ini?

Hingga aku berhenti pada jawaban. Jawaban yang sebenarnya kubenci. Kenyataannya, aku jatuh cinta kepadamu dan jemarimu mengizinkanku masuk ke duniamu. Dan, matamu memintaku hadir dalam hari-harimu. Namun, sekali lagi, aku benci terus merasa seperti ini.

Aku benci pada rasa takut ditinggalkan. Aku benci pada apapun yang kamu tawarkan dan perkenalkan karena segalanya selalu berhasil menimbulkan kenyamanan. Aku benci kepada diriku sendiri saat kecanggungan itu hadir, dan aku hanya mampu membisu saat pelukmu berhasil mendiamkan tangisku.

Aku benci menerima kenyataan bahwa kamu berhasil membuatku jatuh cinta. Padahal, aku bukan gadis yang semudah itu menerima siapa pun masuk ke  hatiku.

Aku benci menyadari bahwa kini kamu sudah menjadi pemilik hatiku. Kamu berdiam disini. Hingga apa pun yang kamu lakukan bisa membuatku jatuh hati.

Tetaplah seperti ini. Tetaplah disini. Jangan pernah pergi. Karena, harapku kepadamu kini terlalu tinggi.

” Setelah apa yang kita lewati selama ini, ternyata aku hanya sosok tidak penting yang untuk seterusnya akan kamu tinggalkan.”

 

 

Mengapa kamu berbeda?

Hari-hari yang kulewati bersamamu telah menyimpan banyak kehangatan yang membuatku ingin kamu tetap tinggal. Dan, kini aku mulai terbiasa pada hadirmu, pada kedekatan kita, pada caramu menyebut namaku, pada pelukmu yang selalu berhasil menghangatkanku.

Aku terbiasa pada langkah-langkah kecil kita yang pelan, tapi pasti. Pada langkah yang seakan terarah, pada perbincangan yang berulang, tapi tetap menyenangkan. Aku terbiasa pada genggaman tanganmu yang punya kekuatan untuk menenangkan kemarahanku.

Kehadiranmu menawarkan hal-hal baru dalam duniaku. Kamu  bimbing pula aku ke dalam duniamu, ke dalam cakrawala di matamu, yang membuatku ingin terus memandang ke sana. Erat kamu pegang jemariku, mengisi celah-celah jarak di antara jari-jariku, membawaku ke tempat tertinggi agar kita bisa siap  melompat. Kedua sayap telah kamu sematkan di punggungku dan sebentar lagi kita akan terbang bersama.

Dengan tenaga yang setengah serta terengah-engah, aku sempat kecewa pada diriku sendiri karena penerbangan kita tentu akan gagal. Namun, kamu meyakinkanku bahwa perbedaan kita tiak akan mengakhiri segalanya. Perbedaan kita tidak akan mampu merusak mipi-mimpi yang telah kita rencanakan. Perbedaan kita tidak akan membuatmu pergi.

Dan aku mengangguk pelan, kata-kata yang membuatku yakin itu turut menjaga energiku untuk tetap menjalani apa yang telah kita usahakan selama ini. Kuhela nafas sekali lagi, aku siap terbang bersamamu. Kini, tanganmu menggenggam tanganku, sekali lagi, dengan kekuatan yang semakin membuat aku percaya akan cinta yang kita punya.

Kita berlari sekencang mungkin, mengepakkan sayap kita berdua, hingga aku dan kamu sama-sama melambung di udara. Dari ketinggian yang tidak mampu aku perkirakan ini, kamu terus bercerita tentang banyak hal.

Dalam kepakan sayap tertinggi, kamu memanggil namaku dengan ucapan kecil, yang teduh, yang hangat, yang manis. Hingga aku tergoda untuk tidak meminta turun. Aku terpana oleh pemandangan di bawah yang begitu indah. Aku tidak meminta untuk turun karena betapa nyamannya berada di atas bersamamu. Betapa menyenangkannya berda di ketinggian bersamamu.

Semua berjalan begitu saja hingga aku berada di puncak kenyamanan. Hingga aku merasa sudah berada di titik takut kehilanga kamu. Hingga aku beranggapan bahwa kamu tidak akan meninggalkan kebahagiaan kita. Aku begitu percaya kepadamu dan melupakan setiap bisikan busuk yang mengatakan kamu pecundang. Aku menggeleng kuat setiap kali orang lain bilang kamu pendusta. Hanya aku yang tahu sosokmu, mereka tidak tahu apa pun.

Aku berada di puncak tertinggi dalam mencintai hingga aku tak sadar tanganmu telah mendorong aku ke bawah, memotong sayapku setengah, dan aku tersentak saat kita mulai berjalan tak tentu arah.

Begitu mudah kamu ajak aku  terbang bersamamu, semudah itu juga kamu paksa aku jatuh lagi. Sudah banyak keindahan yang kita lihat di atas, lalu kamu paksa aku turun di padang gersang tanpa mata air. Aku berjalan sendirian disana dan tidak menemukan kamu disampingku.

Yang aku temukan hanyalah segala perbedaan yang aneh darimu. Kamu tidak lagi semanis dulu, tidak lagi sehangat dulu, dan tak lagi semenyenangkan dulu. Kita mulai berjalan sendiri-sendiri, kamu menghilang tanpa kabar, dan segalanya berubah begitu singkat– sesingkat perkenalan kita.

Aku tidak tahu apa maksudmu, apa tujuanmu mengajakku terbang tinggi dan mengempaskanku tanpa hati. Seakan aku tidak memberi kesan apa pun dalam hari-harimu. Seakan aku tidak berarti bagi dirimu.

Aku tidak tahu mengapa kamu seperti ini, melepasku pergi saat aku sedang sangat mencintaimu.

“Semua berakhir secepat kilat. Kamu memilih pergi ketika sudah  menjadi nomor satu di hatiku.”

 

*********************

Sebetulnya tulisan di atas tak lebih dari 11halaman. Tapi aku tak mampu membacanya dalam waktu sehari. Aku butuh lebih dari 1 minggu untuk membaca buku itu. Ku kumpulkan dulu tenagaku, ku tarik nafas dalam dalam. Dan yang terpenting adalah, ku tenangkan dulu hati dan perasaanku. Juga Pikiranku…

Sedikit demi sedikit ku baca buku ini, karena banyak kesamaan yang dirasakan oleh Dwitasari si penulis, dan juga aku . Entah tulisan ini bertujuan untuk berterimakasih kepada Dwitasari, karena telah menuliskan, mewakili atas apa yang sedang aku rasakan. Ataukah tulisan ini kutujukan untukmu yang mungkin tak akan pernah membaca ini. Agar kamu mengetahui apa yang telah kamu lakukan, dan memahami apa yang aku rasakan dan tentu yang tak bisa ku ungkapkan kepadamu. Entahlah aku tak tahu. Benar-benar tak tahu

 

*********************

 

 

 

2Hari 1Malam di Nusa Penida

Hai semua……………….

Kali ini aku mau berbagi sedikit tentang perjalanan aku kemarin ke Nusa Penida Bali.

Aku berangkat cuma 2orang,aku sama temenku Susi . Kita gabisa motor 22nya. Jadi selama di Nusa Penida kita sewa motor sepaket sama Guide nya untuk anterin kita kemana mana.Guide nya itu namanya Pak Dayat. Kalian  bisa cek Ig nya langsung ya @dayat_nusapenida  // gausah malu atau canggung tanya tanya ,orangnya baik ko 🙂

Fyi and tips , , Nusa Penida adalah salah satu Pulau yang ada di Sebelah Tenggara Bali. Selain Nusa Penida, ada juga 2 pulau kecil lainnya yaitu Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Yaa di antara ke 3 pulau ini, Nusa Penida adalah Pulau yang terbesar, dan letaknya lumayan jauh dari ke2pulau lainnya,harus nyebrang pake speedboat lagi. Nah kalo 2pulau lainnya yakni Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan,lokasinya berdekatan dan bisa di tempuh dengan melewati Jembatan Kuning yang jadi Iconnya.

Nusa Penida itu harus nyebrang lagi ya dari Bali. Dan Nusa Penida itu aku bisa bilang masih sangat sepi kaya pelosok. Ga kaya Bali yang kalian tahu rame ga pernah sepi, banyak club dll nya. Di Nusa Penida ini ibaratnya kalo udah maghrib ya sepi,  kecuali kalo kalian bisa motor dan ingin ke tempat kaya bar gitu ada rada jauh ya,masih bisa pake motor tapi . kebanyakan bule yang disana.  Jalan jalan disini masih belum bagus, jadi jangan lupa bawa sepatu dan sendal yang nyaman dan kuat serta ga licin ya. Bawa masker juga aku saranin karena selain tempat wisata disini pada lumayan jauh jaraknya, sepanjang jalan kita bakal ketemu debu debu yang super banyak ya karena akses menuju lokasi wisata masih belum bagus.Jangan lupa juga untuk bawa uang cash sebelum menyebrang ke Nusa Penida, karena ATM disini kalo ga salah hanya ada 1 yaitu BRI dan itu juga lumayan jauh jaraknya. Jangan lupa bawa lebih banyak makanan untuk persedian,karena belum banyak tempat makan dan warung warung makanan. Dan untuk penginapan,kalian harus rajin cek ya karena belum banyak penginapan disini, cek nya juga amannya seminggu sebelum berangkat ,takutnya sudah full  ntar ga kebagian. Kata pa dayat,2tahun kebelakang Nusa Penida sudah mulai ramai sekali pengunjung, dan memang sekarang sedang banyak di bangun tempat makan, dan penginapan. Jadi semoga tahun depan sudah lebih ramai penginapan dan tempat makan ya…

22191505775_72df480732_b
Peta Lokasi
jembatan-kuning
Jembatan Kuning Nusa Lembongan- Nusa Ceningan

Tapi kali ini aku mau bahas untuk Nusa Penida nya dulu yaa , karena aku belum ada kesempatan untuk dateng ngunjungin ke Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, nexttrip ya 🙂

**Transportasi Menuju Nusa Penida

Untuk saat ini,hanya ada jalur laut untuk ke Nusa Penida. Belum ada bandara kecil atau jalur darat. Ada 4 sarana transportasi yang menuju pulau ini, yaitu menggunakan sampan tradisional dengan mesin tempel, fastboat, kapal roro Nusa Jaya Abadi , sampe kapal cruise yang sebagian besar menuju Nusa Lembongan kecuali Quicksilver Cruise. Waktu yang diperlukan ke-4 alat transportasi ini bervariasi, mulai dari 30 menit sampai 1 jam. Tapi perlu di ingat, alat transportasi ini sangat bergantung pada situasi dan kondisi alam (arus, ombak, angin dan hal teknis lainnya).

  • Kapal Tradisional

tips-safe-traveling-to-nusa-penida-098507-p4gnphc1mhd

Kapal Tradisional ini berangkat dari Kusamba Beach dan memerlukan waktu 1 jam perjalanan. Untuk harga tiketnya berkisar dari 25rb-45rb per orang per sekali jalan. Sampan Tradisional ini berhenti di Toyapakeh.

 

 

  • FastBoat

Prasi 1

FastBoat ini memerlukan waktu 30menit perjalanan. Untuk Harga tiketnya 75rb-100rb per orang per sekali jalan. Kita bisa naik di Sanur Beach, oiya patokannya KFC SANUR, karena kalo ga bilang takutnya nanti kita masuk SanurBeach yang biasa dan bukan tempat untuk penyebrangan. Nanti kita akan tiba di Dermaga Br Nyuh. Kebetulan aku pake ini kemarin.

 

 

  • KAPAL RORO (ROLL OF ROLL ON) NUSA JAYA ABADI

tips-safe-traveling-to-nusa-penida-Z14952-4n0aav5tlq4

Untuk kalian yang sudah tanggung sewa motor lama di kuta, dan berencana ingin membawa motor ke Nusa Penida, bisa menggunakan kapal ini. Kapal ini berangkat dari Padang Bai. Berangkat sehari 2x ,jam 11.00WITA dan 13.00WITA . Harga tiketnya berkisar dari 15rb – 30rb per orang per sekali jalan. Lama perjalanannya sekitar 1jam.

 

  • CRUISE

tips-safe-traveling-to-nusa-penida-b19253-vu382inlcr1

Kapal ini pilihan untuk kalian yang rela bayar mahal. Kita bisa naik kapal ini di Pelabuhan Benoa. Sebagian besar cruise ini bertujuan ke Nusa Lembongan kecuali Quicksilver cruise yang mendarat di Toya Pakeh. Kebanyakan yang pake ini adalah yang ke Nusa Lembongan.

 

**Tempat yang di Kunjungi

ANGEL’S BILLABONG

Ini adalah tempat yang paling ingin aku datengin. Karena ini adalah private pool hihi.. Karena sekarang sudah banyak wisatawan kesini jadi jarang jarang disini sepi, kalo mau sepi biar bisa renang dan dapet private pool nya kita harus dateng pagi pagi kesini. Aku dari penginapan sekitar jam 7/setengah8 .Dan alhamdulillah disana masih kosong. Jadi serasa pool cuma buat ber2 ya suss :)) #rejekianaksoleh

IMG_20170907_163721_900

 

Bagus kaaaaan ??

Kalo tempatnya bagus,biasanya butuh pengorbanan buat dateng ke tempat itu. Yupsss betul, ga mudah buat dateng kesini. Jarak tempuh dari penginapan kita itu sekitar 45menit. Dan untuk bisa masuk ke Angels billabong ini kita harus turun kaya nurunin tebing . Dan harus hati hati ya karena karang nya itu tajam dan licin.

 

Oiya kalo kalian siang dateng kesini,kalian udah pasti gakan bisa nyebur masuk ke dalem,karena ombak disini gede banget. Dan pasti dilarang renang. Kata pak dayat kalo beberapa hari kemarin,ada bule yang kebawa ombak dan kena ke karang karang tajem,dan warna air berubah dari biru ke merah. Serem kan,,, yaa jadi jangan lupa datang lebih awal,hati-hati,dan patuhi peraturan !

HTM : 5.000/person

Setelah dari Angel’s Billabong kita jalan ke atas dikit buat ke Pasih Uug. Di perjalan kita bisa mampir dan foto dulu disini..

 

Aku lupa ini namanya apa 😀 Disini lebih tajem tajem dari pada Angels ,jadi atiati yaa  guys 🙂

 

PASIH UUG / BROKEN BEACH

Pasih Uug masih sedaerah sama Angels Billabong. Jadi kita tinggal jalan dikit aja rada nanjak dikit dan banyak batu ya atiati.. Ga usah bayar lagi juga udah sekomplek… Dan inilah diaaaaa

IMG20170906084136IMG20170906084620

 

Dan beberapa foto di sekitaran Pasih Uug..

 

 

KLINGKING BEACH

Klingking Beach di tempuh selama 30menit dari Angels Billabong . Hampir semua tempat wisata jalannya berkerikil bebatuan berdebu dan masih ga baguslayah,jadi aku ingetin lagi harus hati hati.

Klingking Beach ini kalo dari atas bentuknya kaya badan dinosaurus gitu.. Buat kalian yang punya waktu banyak dan fisik yang kuat,kalian bisa turun ke pantainya melewati badan yang mirip dinosaurus ini.. Turunnya mungkin mudah,naikknya butuh sabar dan kekuatan extra hehehe

 

Ini tampak atas yaa guys, nah buat yang mau turun bisa keliatan dari gambar aku itu ,medan untuk turunnya kaya gimana  yaa … Karena aku ga punya waktu banyak,jadi aku cuma foto aja dan ga turun ke pantainya .. Oiya pantainya itu ga keliatan di fotoku itu jadi posisi pantainya ada di balik badan si yang bentuk dino itu ,, ngerti ga apa yg aku maksud hahha 😦

IMG_20170914_102350

Nah kalo di foto ini keliatan yah medan untuk turun, dan pasir putih yang ada di bawah itu adalah Klingking Beach.

Oiya Fyi ,kata pa dayat….awalnya pantai ini namanya Dream Beach, tetapi sudah ada nama Dream Beach.. Mungkin saking banyak  nya pantai di Bali yaaaa:D Jadi di ubah ke Klingking Beach. Katanya kalo foto disini jangan lupa sambil nunjukin jari klingkingnya hahhaha

Sekitaran klingking Beach ada batang pohon yang bisa dijadiin spot foto yang bagus. Kita bisa naik pake tangga yang di sediain disana. Kalo tangga nya ga ada,kita bisa di gendong sama Guidenya,atau temen backpackeran kalian bisa jadi hihi

 

HTM Klingking Beach : 7.500/person

 

BUKIT TELETUBBIES

Sebetulnya ini ga masuk daftar sih,tapi karena sekalian lewat kita jadi mampir dulu kesini sebentar.. Bukit hijau ini free ga bayar karena kita cuma duduk menikmati pemandangan  yang ada. Kalo di bandung mungkin kaya di pondok hijau atau bukit bintang maybe.. Nah aku ga nginjekin kaki di Bukit Teletubbiesnya karena lokasinya lebih jauh lagi,dan kita ga punya banyak waktu huuu sedih sekali 😦 jadi cuma foto di sebrangnya aja.. Dan di Bukit Teletubbies ini banyak yang foto prewedding. Siapa tau kalian ada yg mau foto disini …;;)

IMG_20170914_110034

view-bukit-teletubbies-nusa-penida

 

RAJA LIMA / ATUH

Ini adalah tujuan akhir kita, Kalo di liat liat kita udah ngabisin waktu 1.5jam perjalanan kesini dari Klingking Beach ,padahal mampir di Bukit Teletubbies juga cuma bentar.. Buat kalian yang banyak lemak kaya aku udah paling bahagia kesini ,bayangin aja kita panas panas pake motor ngebut di jalan karena takut habis waktu wkkk mana jalannya ga banget aku sampe terbang terbang di jalannya. Dan lemak di kaki aku udah bertebaran kemana mana wkkk iyuwhhhhh jijik fan :))

IMG_20170914_102402

Inilah diaaaaaa. RAJA LIMA. Setelah Raja ampat di Papua .. foto ini diambil di Spot foto 1, yang posisinya masih di bawah. Dan kita masih bisa naik ke atas lagi sampe ada Saung buat tempat istirahat ..

 

Ini Spot 2 nya yang ada di bagian atas yaa deketan sama Saung..  Kita kayanya ga di foto di saung soalnya udah lelah. Jadi di saung kita ngemil sambil nikmatin view yang Subhanallah sekali indahnya 🙂

 

RUMAH POHON

Di bawah sebelum Raja Lima, ada Rumah Pohon.. Disni ada beberapa rumah pohon, ada punya pribadi juga yang gabisa kita masukin . Jadi kalo mau foto di rumah pohon cari rumah yang paling atas. itu dia bebas kita masukin..

IMG_20170913_204001_453
Rumah Pohon

Sungguh ,, indah indah bukan tempat tempat yang ada di nusa penida ini.. Nah kalo kalian suka snorkeling atau diving, spot yang bagus ada di Nusa Lembongan.

Oiyaa aku mau sedikit kasih bayangan buat yang ke Raja Lima dan Rumah Pohon

Selain jarak tempuhnya lumayan jauh, kondisi jalan disini lebih parah . Mudahmudahan dengan makin makin banyak  yang dateng,jalannya jadi makin bagus ya. Banyak pohon kaktus di sekitar jalan,jadi kalo kalian jatuh hatihati kena duri kaktus ya 😦

Sebelum tiba di Raja Lima dan Rumah pohon kita harus melewati beraparatus sekian anak tangga yang terbuat alami dari bongkahan batu ?? Mungkin ya 😦 Posisinya turun yaaa guys

Ga ada pegangan yang kuat, yang ada cuma tali biasa warna biru di sisi kanankiri. Kalian bisa pegang tali ini dan tetep harus hati hati karena kalo kekencengan meganngnya takutnya copot juga ehehe..

IMG_20170914_110917

Untuk yang aku lingkari warna hijau itu adalah spot foto 2. Untuk lingkaran warna merah itu adalah saung untuk istirahat kita di atas. Dan yang aku lingkari warna ungu itu adalah Rumah Pohon. Lupa yaa spot 1 nya ga aku lingkari … soalnya d foto ini ga keliatan hehe maaf ya

Screenshot_2017-09-14-11-03-34-79
Tangga dan Pegangan Tali Biru
Screenshot_2017-09-14-11-03-39-79
Kondisi turun menuju Rajalima & Rumahpohon

Gausah takut ya tapi buat kesini karena capenya kalian akan bener bener terbayar dengan view nya yang bener bener indaaaaaaaaaah tiada tara. Angin nyaaaa dan lautnya yg bener bener biruuuuu .. indaaaaaaah se indah indahnya // bukan lebay sih tapi emang asli 😀

screenshot_2017-09-18-13-09-56-34.png
Enter a caption

Oiya aku mau kasih tau juga dikit, aku kan nyebrang pake fastboat di Sanur, nah kalian gausah bingung belinya dimana. Banyak ko yang jual banyak banget, kalo aku pilih yang terdekat, namanya Angel Billabong FastBoat..

IMG20170905151701

Ini bangunannya kaya rumah biasa, tepat di pinggir jalan. Ada toiletnya juga disini . Jangan lupa cek dulu jam jam penyebrangannya yaa. Paling akhir sekitar pukul 17.00 ,tinggal bilang aja langsung kemana tujuan kalian. Bisa beli tiket Return/Oneway..

Dan karena aku beli tiket Return/pp. Jadi tiketnya cuma dicek aja ga di ambil pas berangkat itu. Nah kalo mau nyebrang pulang dari Dermaga Br Nyuh ke Sanur ,kita tuker dulu tiket  yg warna putih ke bangunan yg ada di dermaga. Nanti di data dan diberikan tiket baru berwarna hijau..

IMG20170906151447
bangunan tempat tuker tiket
IMG20170906151538
tiket nyebrang pulang

Oiya setengah jam sebelum keberangkatan kalian udah harus daftar dan tuker tiket ya. Nanti setelah tiket sudah di tangan,kita tinggal tunggu di sekitaran dermaga. Nanti akan ada mas mas yang manggil nama kita satu satu untuk segera naik ke sekoci.. Jadi dari Dermaga Br Nyuh,kita semua akan naik dulu sekoci, udah rada ke laut baru pindah ke fastboat. Gitu ya prosesnya, sekoci dulu baru fastboat.

IMG20170906152031
Dermaga Br Nyuh
IMG20170906152430
mas mas yang absen nama kita untuk naik ke sekoci
IMG20170905164046
Fastboat
IMG20170905164439
di dalam fastboat
IMG20170905173041
disekoci

**PENGINAPAN

Beberapa  hari sebelum berangkat aku sudah menghubungi pak dayat untuk dicarikan penginapan juga. Awalnya aku memesan kamar + kipas angin seharga 150.000/room bisa untuk 2orang. Tapi ternyata sudah full jadi aku dapat kamar + ac seharga 250.000/room untuk2org. Murah murah kan .. Sudah Free Wifi juga . Namanya Jose Stay. Lokasinya ujung sekali ,dari dermaga Br Nyuh kita naik motor 5menit di jemput pak dayat  langsung menuju penginapan. Ini dia penginapannya

 

Satu hal yang aku suka dari penginapan ini adalah, letaknya yang depan pantai dan kita bisa langsung duduk di luar untuk menikmati sunset. Ga perlu jauhjauh

Ga cuma kita yang duduk di batu sambil nikmatin sunset, bule bule dan orang sekitaran pun berbaur menikmati sunset yang indah ini..

YAAAAA mungkin itulah yang bisa aku bagikan, kalo ada yang mau di tanyain boleh langsung aja chat atau apapun :))..

Terimakasih pak dayat dan temannya yg aku lupa namanya, sudah memberikan  banyak informasi. Dan sudah susah payah fotoin kita hahaaa

Sampai berjumpa lagi 🙂

 

Karena dari perpisahan ini, hanya aku yang terluka :)

Untukmu yang kini sudah tak dapat ku pandangi lagi wajahnya. Aku yakin sekarang kau sedang berbahagia. Entah bahagia dengan seseorang, atau bahagia melihat keterpurukanku ..

Ya memang benar sekarang aku sedang terpuruk, tak bisa ku pungkiri itu. Aku sekarang tak tahu apa sedang menunggu seseorang datang untuk menyemangati dan membangkitkan kembali bahagia untukku, atau malah menuggumu untuk datang kembali? Entahlah aku tak tahu

Yang jelas, aku masih mengingat bahagianya didekatmu. Bisa memandang wajahmu dan mengelus lembut kepalamu. Yaaa memang hanya seperti itu saja sudah membuatku bahagia.

Awalnya, aku mengira kau benar seperti apa yang telah diceritakan,bahwa kau sudah lama tertarik padaku, ku kira kau serius ingin dekat dan lebih mengenalku. Yaa kuakui aku juga memang tertarik , dan kau datang disaat hati ini rapuh. Kau suguhkan hal hal menarik yang memang tidak pernah ada di duniaku, kenyamaan,dan kebahagiaan sehingga aku betul betul jatuh dan masuk terlalu dalam membawa perasaan ini.

Dunia kita memang sangat berbeda jauh.  Kau hidup dengan keasyikan kenakalan kemewahan dan kegilaan remaja.  Sedangkan aku yang lebih tua darimu ini hanya sibuk dengan buku dan kehidupan drama ku. Ku akui tak hanya dunia kita yang berbeda, cara pikir kita pun berbeda. Aku yang sudah berpikir kesegala arah, dan kau yang masih berpikir pada satu titik kebahagiaan anak  muda. Dan aku pun tahu bahwa aku tak bisa masuk kedunia mu,dan aku pun  yakin bahwa kau tak bisa masuk keduniaku. Aku selalu sadar hal itu, tetapi aku memutuskan untuk menerima perbedaan itu. Aku pikir kita bisa berjalan bersama walaupun banyak perbedaan diantara kita. Aku pikir kita bisa berjalan bersama menikmati indahnya rasa ini ketika sedang berdua,di atas perbedaan yang berjibun diluaran sana. Karena yang kutahu,ketika 2orang yang sedang jatuh cinta bertemu akan merasa dunia milik berdua melupakan segala perbedaan apapun itu.

Hari demi hari kenyamanan dan kebahagiaan yang kau suguhkan itu membuatku yakin untuk menjalani hubungan selanjutnya denganmu. Tapi setelah keyakinan itu muncul, aku baru sadar bahwa kau ternyata berubah. Kau mulai menjauh pergi dan kemudian datang lagi sesuka hati.

Pernah ku putuskan untuk melangkah mundur karna aku merasa hanya bertahan seorang diri. Hanya aku yang tertinggal dengan perasaan yang sepertinya tak bisa kau balas. Tapi kerap kali kau mencegah kemunduran ku. Kau selalu meyakinkan aku bahwa kita bisa berjalan  bersama saat ini. Dan aku pun kembali bertahan (lagi) untukmu. Kau kembali memberikan keyakinan,kenyamanan dan kebahagiaan yang dulu pernah kau berikan. Kau yang dulu kembali.

Dan aku mulai mempertanyakan apa arti hadirku bagimu. Kau tak pernah menyatakan apa yang ada di pikiranmu, kau selalu menyuruhku untuk percaya pada apa yang aku rasakan,karena itu adalah sesuatu hal yang baik. Kau seperti selalu menyemangati dan meyakinkan aku untuk tetap bertahan . Dan setelah aku bertahan,kau kembali berubah. Sungguh aku tak paham akan pikiran dan inginmu itu. Dan entah mengapa aku jadi berpikir bahwa ini adalah sebuah permainan darimu.

Yaa jika ini adalah permainan darimu, sebut saja bahwa aku sudah kecanduan untuk mencoba challenges yang ada di permainanmu itu. Dan sebut saja ini kebodohanku karena telah mengikuti alur permainan yang kau buat.

Aku memutuskan untuk mencintaimu dengan caraku. Kau ingin aku tetap tinggal tanpa mengusik status. Dan aku mengalah untukmu. Kuputuskan untuk tetap bertahan denganmu dengan perasaan untukmu ini yang sudah jelas ku ketahui  bahwa aku tak akan mendapat balasan. Yaa aku memutuskan untuk mencintaimu sendiri. Aku kira aku kuat untuk menjalani ini, tetapi ternyata tidak. Aku semakin tak bisa mengontrol perasaan dan emosiku. Dan kau dengan mudahnya mengacuhkan ku. Dan semakin ku jalani aku semakin merasakan yang namanya sedih dan terluka. Semuanya serasa tak adil. Dan aku tak jarang meneteskan air mata.

Hari ini ku putuskan untuk benar benar melangkah pergi dari kehidupanmu. Bukan aku sudah tak ingin bersamamu, bukan karena rasaku sudah hilang. Aku hanya sudah lelah menunggumu yang tak pasti dan aku sudah tidak bisa menguatkan diriku untuk tetap bertahan bersamamu. Aku sudah tidak  bisa menahan sedihnya perasaan yang tak akan pernah terbalas ini.

Kau tak mungkin aku lupakan, hanya akan aku simpan rapih dalam kenangan . Dan mungkin suatu saat akan kubuka kembali untuk sekedar meraba, tentang apa yang salah dan apa yang benar. Maafkan kebodohanku yang tak  bisa membedakan antara dusta dan cinta.

Satu hal yang harus kau tahu, perasaanku tulus. Perasaan ini bisa membuatku melakukan apapun untukmu ,tapi tak pernah bisa membuatmu menerimaku .Dan kau biarkan aku melakukan apapun untuk dirimu, tapi tak pernah membiarkan dirimu menerimaku. Sedih bukan? Tapi aku tak pernah menyalahkanmu dan perasaan ini. Seperti yang kau bilang,hati dan perasaan tak akan pernah bisa di paksakan.

Walaupun menjauh  tak semudah kaki melanglah, tapi biarkanlah aku melangkah jauh darimu . Lebih baik aku menyerah hari ini daripada berharap hal yang tak pasti dari dirimu. Masalah perasaanku biarlah aku yang urus dan atur. Ku doa kan semoga di kehidupan kedepan,kau tak pernah merasakan apa yang saat ini kurasakan. Ku doakan kau selalu bahagia. Ku doakan pula semoga nanti kau menemukan orang yang benar benar mencintaimu setulus aku.

Kamu adalah seseorang yang ku sayang tanpa bisa ku jelaskan alasannya. Tapi ah sudahlah …

Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama.Sekarang aku harus mulai belajar mengikhlaskan mu dan memulai hidup baru tanpamu

Terimakasih telah mengabaikanku, dengan ini aku akan lebih menghargai perasaan orang yang mencintaiku nantinya.

hmmmm aku tau ini tak mudah, tapi aku mengambil keputusan ini untuk menghilangkan rasa sayangku secara bertahap, agar kau tak lagi merasa berdosa karena telah membuatku menjadi lebih sering MENANGIS. Biarlah saja aku yang menyakiti diriku sendiri dengan keputusanku ini….

Dan inti dari perpisahan ini adalah, hanya aku yang terluka sendiri 🙂

 

 

 

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑